Tempat Dimana Ada Keinginan Hati.........
Hanya semenit diperlukan untuk mendapat sahabat baik, sejam untuk menghargainya, sehari untuk menyayanginya, tapi sepanjang hidup untuk melupakannya.
Thursday, May 24, 2007
Saturday, February 03, 2007
10 Kunci Temukan Diri Sejati
10 Kunci Temukan Diri SejatiKetergesaan dalam kehidupan modern, yang bergerak serba cepat, seringkali membuat kita melupakan diri sendiri dan kehilangan kendali. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk membawa kita kembali ke diri sejati. Berikut 10 kekuatan yang dapat mengarahkan kita kembali ke diri sendiri dan menemukan sebuah kedamaian.
1. Hadir
Hiduplah untuk saat ini. Masa lalu telah berlalu.Anda tak akan pernah dapat kembali dan mengulang masa-masa itu lagi, pun Anda tak akan dapat menghidupkan kembali apa yang ada di masa lalu.Kehidupan ini adalah apa yang sedang Anda jalani saat ini, tak peduli apapun yang telah terjadi. Itu semua nyata dan sempurna. Jangan menengok ke belakang ataupun terlalu memikirkan apa yang akan terjadi di masa mendatang.Pikiran kita selalu menciptakan berbagai percakapan yang mengembangkan rasa takut dan membuat kita berusaha menyelamatkan diri. Katakan pada pikiran Anda yang sibuk berbicara itu: 'Terima kasih telah bersedia berbagi' dan yakinkan 'Aku di sini, aku ada untukmu.' Setiap hari, kita semua harus selalu membuat pilihan dan Andalah yang paling tahu bagaimana membuat hari yang Anda jalani jadi indah.
2. Bersatu Dengan Alam
Duduklah di rerumputan atau di bawah sebuah pohon.Rasakan putaran bumi, keagungan angkasa raya, dinginnya udara yang menerpa wajah Anda, atau kehangatan sinar matahari pagi. Tersenyumlah pada langit yang luas, ucapkan salam pada lebah yang beterbangan dan semua binatang yang Anda jumpai.Berjalan-jalanlah di taman atau mendaki perbukitan.Kedekatan dengan alam dapat membawa kesadaran betapa Anda bagian dari jagat raya yang maha luas ini.
3. Berolahrga
Berolahraga secara teratur memberi jeda pada pikiran Anda yang terus berkecamuk, membantu memperlancar peredaran darah, membersihkan racun dari tubuh, dan memberi Anda energi serta banyak keuntungan lain. Pilihlah aktivitas yang memberi Anda kesenangan dan buat perpaduan. Lakukan jalan sehat di satu hari dan latihan Yoga di hari berikutnya. Ikuti latihan erobic dan bertemu banyak orang. Banyak sekali daftar kegiatan yang dapat Anda pilih.
4. Spiritual
Kenali dan sadari Anda adalah pribadi yang penting dan unik. Lakukan meditasi, atau duduk tenang di kesunyian, dan nikmati saat-saat itu. Baca buku-buku keagamaan atau panduan kepribadian yang membawa pesan positif dan membuat Anda merasa kuat. Jangan lupa bersyukur atas kesehatan yang Anda miliki, rumah, orang-orang yang mencintai dan Anda cintai, teman-teman yang mengelilingi Anda, serta kebahagiaan dan kegembiraan yang melingkupi hidup Anda.
5. Memaafkan
Saatnya untuk melepaskan. Maafkan seluruh bagian diri Anda, atas segala kekurangan dan ketidaksempurnaan. Maafkan diri Anda untuk semua kesalahan yang pernah Anda buat di masa lalu, maafkan ketakutan masa kecil Anda, maafkan emosi dan kemarahan masa remaja Anda, maafkan masa dewasa awal Anda yang tak mau mengambil resiko. Maafkan kesalahan orang tua Anda, saudara kandung, kerabat dan orang-orang di masa lalu.Lepaskan semua uneg-uneg.Memaafkan membawa kedamaian dalam jiwa.
6. Bersenang-Senang
Beri kesempatan pada diri Anda untuk merasa rileks dan memanjakan diri. Baca buku yang menyenangkan. Keluarkan uang sekali-kali untuk membeli hal yang paling Anda inginkan. Lakukan kesenangan hanya untuk diri Anda sendiri.
7. Nutrisi
Dengarkan kebutuhan tubuh Anda. Penuhi kebutuhan tubuh akan makanan bernutrisi. Konsumsi vitamin yang bermanfaat untuk tubuh. Dengan tubuh sehat dan bugar membuat Anda selalu menghargai hidup.
8. Buang Penilaian
Berhentilah menilai dan menyalahkan. Jangan melontarkan kritikan pada orang lain ataupun diri sendiri. Ucapkan kata-kata yang memberi dorongan pada diri dan semua orang yang Anda jumpai. Terima orang lain apa adanya, lengkap dengan segala perbedaan yang mereka miliki.
9. Bantu Orang Lain
Hubungi dan ulurkan tangan pada teman yang membutuhkan. Tawarkan bantuan tanpa syarat pada orang lain. Jadilah pendengar yang baik dan benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan orang lain. Temukan cara untuk membantu orang lain mengangkat beban hidup dengan mendengarkan keluh kesah mereka.
10. Cinta
Cintai diri Anda dan gunakan kata-kata positif untuk memberi dorongan. Puji orang lain dengan tulus dan buat mereka tersenyum.Bicaralah dengan penuh kasih dan ketulusan dari dasar hati.Kesepuluh kunci kekuatan yang disebutkan di atas bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan siapapun. Pelankan sejenak laju hidup Anda yang serba cepat, dan luangkan waktu untuk melakukan kesepuluh hal tersebut. Niscaya Anda akan menemukan keindahan hidup serta kelengkapan diri sejati Anda.
NB : Posting seorang teman di mailing list Banjarnegara Yahoogroups.
Labels: Sentuhan Qolbu
Wednesday, January 03, 2007
Belum Haji Sudah Mabrur
Belum Haji Sudah Mabrur
Oleh : Ahmad Tohari
Ini kisah tentang Yu Timah. Siapakah dia? Yu Timah adalah tetangga kami.Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yangkini sudah berakhir. Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlahuang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta. YuTimah adalah penerima SLT yang sebenarnya. Maka rumahnya berlantaitanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri. Bahkan statustanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri.Usia Yu Timah sekitar lima puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah.Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambahyatim sejak kecil, maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun. JadilahYu Timah perawan tua hingga kini. Dia sebatang kara. Dulu setelah remajaYu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta. Namun,seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidak laku dipasaran pembantu rumah tangga. Dia kembali ke kampung kami. Paratetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknyayang sudah sangat renta. Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yangbersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu.Meski hidupnya sangat miskin, Yu Timah ingin mandiri. Maka ia berjualannasi bungkus. Pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok dipesantren kampung kami. Tentu hasilnya tak seberapa. Tapi Yu Timahbertahan. Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun bersama emaknya.Setelah emaknya meninggal Yu Timah mengasuh seorang kemenakan. Diabiayai anak itu hingga tamat SD. Tapi ini zaman apa. Anak itu harus carimakan. Maka dia tersedot arus perdagangan pembantu rumah tangga danlagi-lagi terdampar di Jakarta. Sudah empat tahun terakhir ini Yu Timahkembali hidup sebatang kara dan mencukupi kebutuhan hidupnya denganberjualan nasi bungkus. Untung di kampung kami ada pesantren kecil. Parasantrinya adalah anak-anak petani yang biasa makan nasi seperti yangdijual Yu Timah.Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya. Saya sudah mengira pasti dia maubicara soal tabungan. Inilah hebatnya. Semiskin itu Yu Timah masih bisamenabung di bank perkreditan rakyat syariah di mana saya ikut jadipengurus. Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor. Katanya, malusebab dia orang miskin dan buta huruf. Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10ribu setiap bulan. Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Timah bisasetor tabungan hingga Rp 250 ribu. Dan sejak itu saya melihat Yu Timahmemakai cincin emas. Yah, emas. Untuk orang seperti Yu Timah, setitikemas di jari adalah persoalan mengangkat harga diri. Saldo terakhir YuTimah adalah Rp 650 ribu.Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya. Malah maunyabersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah.''Pak, saya mau mengambil tabungan,'' kata Yu Timah dengan suaranya yangkecil.''O, tentu bisa. Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore. Bank kita sudahtutup. Bagaimana bila Senin?''''Senin juga tidak apa-apa. Saya tidak tergesa.''''Mau ambil berapa?'' tanya saya.''Enam ratus ribu, Pak.''''Kok banyak sekali. Untuk apa, Yu?''Yu Timah tidak segera menjawab. Menunduk, sambil tersenyum malu-malu.''Saya mau beli kambing kurban, Pak. Kalau enam ratus ribu saya tambahidengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing.''Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya. Bahkan dia mengulangikata-katanya karena saya masih diam. Karena lama tidak memberikantanggapan, mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uangtabungannya. Padahal saya lama terdiam karena sangat terkesan olehkeinginan Yu Timah membeli kambing kurban.''Iya, Yu. Senin besok uang Yu Timah akan diberikan sebesar enam ratusribu. Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berkurban. Yu Timah bahkanwajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada. Jadi,apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambingkurban?''''Iya Pak. Saya sudah bulat. Saya benar-benar ingin berkurban. Selamaini memang saya hanya jadi penerima. Namun sekarang saya ingin jadipemberi daging kurban.''''Baik, Yu. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita.''Wajah Yu Timah benderang. Senyumnya ceria. Matanya berbinar. Lalu mintadiri, dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang.Setelah Yu Timah pergi, saya termangu sendiri. Kapankah Yu Timahmendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran kurbanyang ditinggalkan oleh Kanjeng Nabi Ibrahim? Mengapa orang yang sangatawam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga relamengurbankan hampir seluruh hartanya? Pertanyaan ini muncul karenaumumnya ibadah haji yang biayanya mahal itu tidak mengubah watakorangnya. Mungkin saya juga begitu. Ah, Yu Timah, saya jadi malu. Kamuyang belum naik haji, atau tidak akan pernah naik haji, namun kamu sudahjadi orang yang suka berkurban. Kamu sangat miskin, tapi uangmu tidakkaubelikan makanan, televisi, atau pakaian yang bagus. Uangmu malah kamubelikan kambing kurban. Ya, Yu Timah. Meski saya dilarang dokter makandaging kambing, tapi kali ini akan saya langgar. Saya ingin menikmatidaging kambingmu yang sepertinya sudah berbau surga. Mudah-mudahan kamumabrur sebelum kamu naik haji.
"Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim,laki2 dan perempuan mukmin,laki2 dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki2 dan perempuan yang benar,laki2 dan perempuan yang khusyuk,laki2 danperempuan yang bersedekah, laki2 dan perempuan yang berpuasa, laki2 dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki2 dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar " ( QS 33 : 35)
NB: Posting dari seorang teman di mailing list Banjarnegara Yahoogroups.
Labels: Sentuhan Qolbu
Friday, December 22, 2006
Tips Memperlembut Sikat Gigi
Biasanya sikat gigi yang baru kita beli kemudian langsung kita pakai untuk "sikatan", akan terasa menyakitkan, terasa sangat kasar dan kadang melukai gusi.Nah, berikut ada tips untuk memperlembutnya sehingga apabila dipakai akan terasa nyaman.
Caranya:
1. Siapkan air panas dalam gelas.
2. Masukkan sikat gigi yang baru dan rendam kira-kira sampai 5 menitan.
3. Setelah direndam, langsung bisa dipakai.
Selamat mencoba! Pasti nyaman. Rasakan sentuhannya...!!!
Labels: Tips
Friday, November 03, 2006
Efek Minum Berdiri
Semalam (20/8/06) saya ikut kajian kesehatan akupuntur yang diadakan salah satu ahli akupuntur.Saya baru sadar, mengapa Rasulullah melarang ummatnya minum berdiri.
Dalam hadist disebutkan "janganlah kamu minum berdiri"
Ini dibuktikan dari segi kesehatan. Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer.
Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada 'pos-pos' penyaringan yang berada di ginjal. Nah, jika kita minum berdiri. Air yang kita minum tanpa disaring lagi.
Langsung menuju kandung kemih.
Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya.
Cara mengatasinya :
1. biasakan minum duduk.
2. banyak minum air putih.
Sekarang, apakah kita masih mau minum berdiri?
NB: Posting dari seorang teman di mailing list Banjarnegara Yahoogroups.
Labels: Artikel Kesehatan
Wednesday, October 18, 2006
Kata Bijak
Pelajaran.
Aku telah belajar untuk diam dari orang yang banyak omong, belajar toleran dari orang yang tidak toleran, dan belajar menjadi ramah dari orang yang tak ramah,; namun, sungguh aneh, aku tak berterima kasih pada orang-orang ini. (Kahlil Gibran)
Pecundang & Pemenang.
Seorang pecundang tak tahu apa yang akan dilakukannya bila kalah, tetapi sesumbar apa yang akan dilakukannya bila menang. Sedangkan, pemenang tidak berbicara apa yang akan dilakukannya bila ia menang, tetapi tahu apa yang akan dilakukannya bila kalah. (Eric Berne)
